Ikan Belut, Jenis, Manfaat dan Cara Budidayanya

Ikan belut cukup populer bagi masyarakat Indonesia. Selain mengandung nutrisi yang cukup tinggi, belut juga bisa diolah menjadi aneka masakan yang enak dan lezat. Bahkan keripik belut belakangan menjadi cemilan yang disukai banyak orang.

Belut (Monopterus albus) merupakan sejenis ikan anggota suku Synbranchidae (belut). Ikan ini juga populer dengan sebutan belut sawah, lindung, atau mua. Keluarga Synbranchiiformes termasuk jenis yang memiliki nilai ekonomi dan ekologi yang tinggi sehingga banyak dimanfaatkan orang.

Yang unik dari belut adalah fungsinya yang secara ekologi bisa untuk indikator tingkat pencemaran lingkungan yang terjadi. Jika belut sudah menyingkir dari sebuah lingkungan bisa diindikasikan tingkat pencemaran yang terjadi sudah sangat parah atau melebihi ambang batas.

Meskipun begitu belut juga termasuk predator yang ganas. Habitatnya yang menyukai rawa dan sawah juga senang memangsa cacing, ikan kecil, atau krustasea yang merupakan makanan ikan belut.

ikan belut

Karakteristik hewan air ini cukup unik. Selain aktif pada malam hari belut memiliki kemampuan hidup hingga berbulan-bulan tanpa air. Asalkan lingkungannya selalu dalam kondisi basah, hewan ini bisa mengambil dan menyerap oksigen langsung dari udara melalui kulitnya.

Meskipun asalnya dari daerah tropis namun belut juga mampu bertahan hidup pada musim dingin ataupun pada suhu yang sangat rendah sekalipun. Dalam memangsa targetnya, belut terbiasa bersarang atau berendam dalam lumpur dan saat mangsa lewat dia akan langsung memangsanya. Mungkin karena perilakunya hewan ini dianggap berbahaya bagi hewan lain yang bukan habitatnya.

Karakteristik tubuh belut mirip ular namun tanpa sisik. Habitat hidupnya yang menyukai lumpur dan air tergenang seperti rawa-rawa atau sawah membuat banyak orang yang menganggapnya sebagai hewan yang menjijikan. Meskipun begitu belut dikelompokkan dalam bangsa ikan karena memiliki insang dan membutuhkan air seperti halnya ikan. Bahkan untuk pemijahannya biasanya terjadi saat musim hujan atau pada kawasan yang ada airnya.

Ukuran belut yang sering dikonsumsi adalah sekitar 40 cm meskipun panjangnya bisa mencapai 1 meter. Belut juga tidak mempunyai sirip, kecuali sirip ekor yang memanjang. Tubuh belut licin memanjang tanpa sisik. Warna bervariasi yang umumnya kecoklatan hingga kelabu.

Belut termasuk jenis hewan hermaprodit (berkelamin ganda) dimana saat muda berjenis betina yang lebih sering bersarang dalam lubang untuk bertelur. Setelah telur menetas, belut muda akan keluar dari sarangnya dan dalam perkembangan hingga umur yang tua akan menjadi belut jantan.

Jenis Belut yang Bisa Dibudidayakan

Sebenarnya semua belut bisa dibudidayakan. Namun agar hasil ekonomis optimal, ada sejumlah jenis belut yang bisa dan umum dibudidayakan. Berikut ini jenis-jenis yang umumnya dubudidayakan sebagai hewan konsumsi.

1.Belut Sawah

Belut sawah yang sering disebut moa atau lindung juga sangat mudah beradaptasi dan mempunyai nilai ekologi dan nilai ekonomi yang snagat tinggi. Jenis belut ini banyak ditemukan di persawahan, sungai dan juga rawa.

ikan belut sawah

Makanan utamanya adalah cacing dan ikan kecil. Belut adalah hewan nokturnal atau hewan yang aktif di malam hari. Panjang tubuhnya saat dewasa umumnya sekitar 45 -50 cm dengan bobot mencapai sekitar 200-300 gram perekor

2.Belut Rawa (Synbrancus bengalensis)

ikan belut rawa

Belut Rawa (Synbrancus Benglensis Mclell) juga termasuk yang banyak dikenal dan tersebar di Indonesia. Namun berbeda dengan belut sawah yang senang hidup dalam lumpur, belut rawa justru lebih senang dengan habita yang banyak mengandung air, bergambut, namun sedikit lumpur.

3.Belut Muara (Macrotema caligans)

ikan belut muara

Belut muara juga dikenal sebagai belut laut yang banyak hidup di muara. Meskipun bentuknya mirip dengan jenis belut lainnya namun pembudidaya belut jenis ini masih sangat jarang sekali.

4. Belut Laut atau sidat (Anguilla)

ikan sidat

Sebenarnya sidat bukanlah termasuk jenis belut meskipun bentuknya juga mirip. Sidat masuk dalam keluarga Anguilla yang mirip ular dan belut. Namun sidat hidup dilaut meskipun ada juga jenis sidat yang hidup di lingkungan air tawar seperti jenis Anguilla sp.

Manfaat Belut bagi Kesehatan

Anda pernah merasakan keripik belut ? Makanan hasil diversifikasi olahan ikan belut ini makin disukai masyarakat karena rasanya yang gurih dan kandungan proteinnya yang tinggi. Bahkan tingginya permintaan masyarakat terhadap ikan air tawar ini belum mampu dipenuhi sentra-entra produksi yang ada. Karena itu berternak belut merupakan peluang bisnis yang cukup prospektif.

Belut dikenal sebagai hewan yang biasanya hidup di persawahan, di sungai, ataupun di rawa, Meskipun berbentuk bulat panjang dan licin seperti ular, belut merupakan jenis ikan air tawar karena mempunyai sirip pada punggungnya.

Baca juga: Ikan Gabus, Manfaat dan Cara Budidayanya Yang Efektif

Sebagai hewan konsumsi, belut dikenal mengandung protein yang cukup tinggi dan diketahui pula sebagai makanan penambah darah yang banyak dicari orang. Begtu juga dengan kandungan fosfor yang penting untuk tulang, zat besi yang berkhasiat untuk menangkal anemia, kandungan vitamin A yang penting untuk meningkatkan penglihatan, ataupun kandungan vitamin B yang sangat baik untuk otak.

Kandungan nutrisi lainnya dalam belut diantaranya vitamin dan mineral penting seperti kalsium dan fosfor. Dalam satu ekor belut terdapat alori sebanyak 303 cal, protein (14 gram), lemak (27 gram), fosfor (200 mg), kalsium (20 mg), zat besi (20 mg), vitamin A (1600 SI), vitamin B (0,1 mg), vitamin C (2 mg), dan kandungan air (58 gram).

Cara Budidaya Belut Yang Mudah

Sentra peternakan ikan belut ternyata belum begitu banyak di Indonesia. Beberapa yang ada dan selama ini dikenal adalah sentra di Yogyakarta dan di Jawa Barat. Sedangkan di berbagai wilayah lainnya, usaha berternak belut lebih banyak dilakukan secara individual. Padahal, kebutuhan masyarakat terhadap ikan ini tergolong tinggi. Selain dijadikan keripik, selama ini belut juga enak untuk dijadikan lauk, baik dengan digoreng maupun dibuat sayuran seperti ikan lele.

 

budidaya belut

Begitu juga untuk ekspor, permintaan pasar luar negeri juga cukup tinggi. Beberapa negara yang membutuhkan belut dalam jumlah besar diantaranya adalah Jepang, Hong Kong, dan Cina yang rata-rata kebutuhannya mencapai 300 hingga 600 ton perminggu. Beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Taiwan, Korea, dan Singapura juga merupakan pasar potensial untuk ekspor komoditi ini dengan kebutuhan antara 10 hingga 80 ton perminggu.

Berternak belut, sebenarnya relatif mudah dlakukan dan tidak membutuhkan terlalu banyak perhatian. Lingkungan yang cocok untuk budidaya belut adalah seperti lingkungan alaminya seperti di persawahan atau rawa dimana air bersih tanpa hama, tidak terlalu keruh, dan suhu antara 25 hingga 31 derajat celsius.

Tempat kolam untuk pemeliharaan belut juga tidak perlu terlalu besar. Apalagi kalau Anda hanya membudidayakan pada sisi pembesarannya saja. Berikut beberapa tips budidaya belut yang mungkin ada manfaatnya untuk Anda yang berminat menjalankan bisnis ini.

1.Persiapan Kolam

Sediakan dan siapkan kolam pembesaran dengan ukuran standar 5 x 5 meter dan kedalaman sekitar 1 hingga 1,2 meter.

2.Pembuatan Media Kolam Lumpur

Buat media pemeliharaan berupa lumpur buatan yang nantinya akan diletakkan di dasar kolam dan menjadi tempat hidup dan sumber makanan bagi belut. Secara berurutan, letakkan campuran pupuk kandang di dasar kolam setinggi sekitar 5 cm.

Diatasnya lapisi dengan lumpur setebal 10 cm. Diatasnya lagi lapisi dengan pupuk kompos setebal sekitar 5 cm. Lapisi lagi dengan lumpur setebal 10 cm. Setelah itu taburkan jerami padi yang telah dikeringkan yang dicampur dengan pupuk urea dan NPK masing-masing 2, 5kg. Lalu diatasnya dilapisi lagi dengan lumpur setebal 20 cm.

Setelah itu isi dengan air bersih dengan ketinggian sekitar 15 cm di atas lapisan lumpur, dan letakkan potongan daun-daun pisang untuk menutup kolam. Diamkan media pemeliharaan selama sekitar 2 minggu agar terjadi proses fermentasi dan siap digunakan untuk budidaya ikan belut.

3.Penebaran Benih Belut

Setelah itu, taburkan benih belut yang dapat dibeli di dinas perikanan setempat atau tempat lainnya. Secara alami kebutuhan pakan belut sudah tersedia dalam media pemeliharaan. Namun bisa saja diberikan makanan lain seperti cacing, kecoa, atau ulat.

4.Masa Panen Ikan Belut

Setelah 3 hingga 4 bulan kita bisa mulai memanennya, terutama untuk memenuhi pasar local. Sedangkan untuk pasar ekspor, kita bisa memeliharanya lebih lama agar ukurannya lebih panjang hingga umur sekitar 5 hingga 7 bulan. Setelah itu, bisnis berternak belut tinggal menghitung untung.

Demikianlah informasi tentang ikan belut, baik tentang jenisnya, manfaatnya maupun cara budidaya belut yang tidak terlalu sulit. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah referensi anda.

Ikaniak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Ikan Paus, Jenis, Makanan hingga Cara Berkembang Biak

Tue Feb 4 , 2020
Masih banyak orang menganggap bahwa ikan paus merupakan kategori ikan yang memiliki ukuran besar di lautan. Padahal, Ikan Paus merupakan mamalia yang masuk dalam bagian Cetacea dengan ukuran yang sangat besar dibandingkan mamalia lainnya. Hal ini yang menjadikan mereka tidak lagi tergolong dalam ikan. Hingga kini sudah banyak jenis dan […]
ciri-ciri ikan paus