Ikan Kapiat, Kerabat Ikan Mas yang Sekedar Jadi Pelengkap

Ikan kapiat merupakan salah satu jenis ikan hias yang kurang begitu popular. Selain warna atau bentuknya yang relative standar, pamor ikan ini juga kalah jauh dibandingkan ikan mas, koi, koki, guppy, ataupun yang lainnya. Namun bagi pecinta ikan hias, ikan ini juga sering dimanfaatkan untuk melengkapi akuarium atau aquaspace yang dibuatnya agar lebih menarik dan lebih berwarna-warni.

Ikan kapiat memiliki nama ilmiah Barbonymus schwanenfeldii dan anggota suku Cyprinidae. Ikan yang masih berkerabat dekat dengan ikan mas ini juga popular dengan sebutan ikan kapia atau capia, tengadak, atau ikan lempam. Di sejumlah daerah, ikan ini juga disebut dengan nama tengadak atau tengadak merah (Kalimantan), kapiat, kepiat, kepiyek, kapiek (Jambi), lampan (Lampung), ataupun lampam, lempam, atau lampam jawa (Malaysia). Ikan kapiat dalam dalam bahasa Inggris disebut Tinfoil Barb fish.

ikan kapiat

Ikan air tawar ini menyebar luas dan mudah ditemukan di berbagai tempat di Indonesia bagian barat maupun di Asia Tenggara. Seperti dikutip dari Wikipedia, ikan kapiat adalah jenis ikan karper berukuran sedang. Ukuran ikan ini rata-rata sekitar 10 cm namun ada juga yang panjangnya mencapai 25 cm. Beratnya sekitar 200 – 600 gram, bahkan ada yang bisa mencapai ukuran maksimal yang panjangnya mencapai 30 cm dan bobot 1,0 kg lebih.

Mengenal Ciri-ciri Ikan Kapiat

Tubuh ikan ini berbentuk bundar telur memanjang dan agak pipih dan moncong agak menumpul. Ikan ini memiliki dua pasang sungut di bagian atas dan sudut mulutnya serta rahang bagian atas. Sisik-sisik ikan kapiat berukuran agak besar dan tubuhnya berwarna kuning keemasan atau putih keperakan.

Sedangkan sirip punggungnya berwarna merah keperakan dengan bercak hitam di bagian ujungnya. Sirip perut, sirip dada, maupun sirip duburnya juga berwarna kemerahan. Untuk warna sirip ekor orange atau merah yang bagian pinggirnya ada garis hitam dan putih yang memanjang pada sirip ekornya.

Baca juga: Ikan Lemadang: Jenis, Karakter, dan Cara Olahannya

Habitat ikan kapiat adalah di perairan danau dan sungai di daerah tropis dengan pH antara 6,5 dan 7,0 serta suhu 20,4 hingga 33,7º C. Ikan tengadak termasuk mudah dibudidayakan dan cepat berkembang biak. Ikan betina indung telurnya bisa matang sesekali namun untuk jenis jantan testisnya bisa matang sepanjang tahun.

Jenis dan Manfaat Ikan Kapiat

Ikan kapiat lebih banyak dijadikan sebagai ikan hias yang cukup digemari para hobiis ikan hias. Kapiat termasuk jenis ikan omnivore atau pemakan segala makanan namun tidak mengganggu jenis ikan kecil di sekitarnya. Karena itulah kapiat sering dicampurkan dengan ikan hias lain agar lebih menarik.

Bahkan ada jenis kapiat tertentu yang sering disatukan dengan arwana. Kapiat jenis ini antara lain ikan kapiat bangkok dan albino. Kapiat jenis ini sangat cocok sebagai pasangan ikan arwana ataupun louhan sekaligus berperan sebagai perangsang agar ikan arwana banyak bergerak. Ikan kapiat Bangkok memiliki bentuk yang unik seperti wajig dengan ekor berwarna hitam atau kemerahan.

ikan kapiat bangkok

Sedangkan untuk ikan kapiat albino yang memiliki warna putih kekuningan dengan mata berwarna merah. Kalau kapiat jenis ini biasanya berperan laksana cleaning service karena kemampuan ikan ini dalam memakan dan melahap sisa sisa makanan dari arwana.

Ikan kapiat merupakan salah satu ikan hias yang memiliki ekonomi yang sangat potensial. Selain mudah dibudidayakan, ikan ini juga cepat berkembang biak. Yang lebih menarik lagi, selain memiliki bntuk tubuh dan warna yang menarik, kapiat juga memiliki sifat yang sangat sesuai dengan kebutuhan bisnis. Selain bisa dicampur dengan ikan hias lain ataupun disandingkan sebagai teman ikan arwana, ikan kapiat juga memiliki daya tahan yang relatif tahan banting.

Cara Pembenihan Ikan Kapiat

Ikan kapiat atau tengadak termasuk jenis ikan air tawar lokal asli Indonesia yang telah didomestikasi sekitar 5 tahun yang lalu. Kemampuan adaptasi ikan tengadak pada lingkungan yang baru termasuk tinggi. Kemampuannya dalam berkembang biak yang cukup tinggi membuatnya sangat prospektif untuk dibudidayakan secara komersial.

Dalam pembenihan ikan tengadak setidaknya dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu meliputi seleksi induk, pematangan telur induk, pemijahan, penetasan telur, dan pemeliharan larva.
Dalam proses pembenihan ini umumnya dalam umur 50-60 hari benih ikan kapiat telah mencapai ukuran 1-2 cm sehingga prospektif untuk dikembangkan.

Proses Seleksi Indukan

Agar berhasil dalam proses pemijahan, seleksi induk dilakukan dengan memilih ikan jantan dan betina yang berkualitas. Beberapa persyaratan umum induk yang baik untuk pemijahan adalah sebagai berikut:

  • Ukuran induk betina yang ideal adalah 150-400 gram
  • Ukuran induk jantan 200- 400 gram
  • Badan tidak cacat dan gerakannya lincah
  • Umur induk lebih dari 1,5 tahun
  • Pertumbuhannya termasuk cepat

Sedangkan untuk memilih indukan yang berkualitas, berikut ini sejumlah ciri-ciri indukan yang baik yang akan digunakan untuk pemijahan.

ikan tengadak

Ciri induk betina berkualitas:

  • Memiliki tubuh gemuk
  • Lebar ke atas
  • Warna badan pucat
    Bagian perut membulat
  • Apabila diraba bagian tubuh halus
  • Alat kelamin bewarna kemerah-merahan

Ciri induk jantan berkualitas:

  • Tubuh lebih langsing
  • Warna badan cerah terutama bagian sirip bewarna kemerahan
  • Bagian bawah perut rata
  • Apabila diraba bagian tubuh terasa kasar
  • Jika perut diurut akan keluar cairan sperma berwarna putih susu

Dalam pemijahan sebaiknya dilakukan perawatan induk agar siap dipijahkan. Tujuan pemeliharaan ini adalah untuk perawatan induk dan mematangkan gonadnya. Berikut ini beberapa tips dalam perawatan indukan yang sebaiknya anda tahu.

  1. Calon induk jantan dan betina ditempatkan secara terpisah terutama untuk menghindari pemijahan yang tidak terawasi.
  2. Calon induk harus diberi makanan ikan pilihan dengan nutrisi yang baik dan cukup.
  3. Pakan yang disarankan adalah yang mengandung 30 % protein
    Jumlah atau porsi pakan yang diberikan sebanyak 3 % dari bobot biomassa ikan per hari
  4. Frekuensi pemberian pakan adalah tiga kali sehari (pagi, siang, dan sore hari).
  5. Untuk penebaran selama pemeliharaan jangan terlalu padat (cukup 2–5 ekor permeterpersegi).

Ikan kapiat umumnya memijah pada musim penghujan. Jumlah telur yang dihasilkan bisa mencapai 60.000 hingga 80.000 butir dari sepasang indukan. Untuk pemijahannya sendiri bisa dilakukan baik secara alami ataupun secara buatan. Untuk cara buatan bisa dilakukan dengan teknik “induced breeding” (kawin suntik) dengan memanfaatkan hormon Gonadotropin releasing hormon analog (GnRha). Tingkat keberhasilan telur yang dibuahi dengan cara buatan ini bisa mencapai 80-90% dan daya tetas 70-75%.

Baca juga: Rekomendasi Makanan Ikan Koi untuk Warna dan Agar Cepat Besar

Kemampuan ikan kapiat dalam beradaptasi, perkembangbiakannya yang terbilang cepat, maupun sifatnya yang bisa dicampur dengan ikan hias lainnya merupakan sejumlah keunggulan ikan hias ini. Masih sangat sedikit pembudidaya yang mengembangkan jenis ikan cantik ini. Karena potensi dan nilai ekonominya yang tidak kecil itulah kerabat ikan hias ini layak untuk dibudidayakan dan dikembangkan sebagai lahan bisnis yang menggiurkan. Semoga informais tentang ikan kapiat yang berkerabat dengan ikan mas ini bermanfaat.

Ikaniak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Ikan Tembakang, Si Mulut Monyong yang Suka Mencium

Sun Aug 4 , 2019
Mendengar nama ikan tambakan mungkin anda termasuk begitu banyak orang yang tak pernah mendengar atau mengenalnya. Ikan air tawar ini termasuk ikan yang berasal dari Indonesia dan beberapa Negara di Asia Tengagara yang beriklim trpois. Ciri utama ikan ini adalah bentuk mulutnya yang monyong dan kebiasaannya yang suka mencium. Akhir-akhir […]
ikan tembakang