Ini Dia Perbedaan Ikan Nila dan Mujair yang Wajib Anda Tahu

Hingga saat ini masih banyak orang yang tidak bisa membedakan perbedaan ikan nila dan mujair. Kedua jenis ikan air tawar ini memang dikenal sebagai bahan makanan yang sangat disukai orang dari berbagai usia dan kalangan. Baik anak-anak hingga nenek, dari masyarakat di pelosok hingga orang gedongan semuanya suka dengan ikan konsumsi ini.

Selain kedua jenis ini, ikan konsumsi lainnya yang juga sangat popular dan sering menjadi sajian di meja makan di rumah adalah ikan lele, gurame, dan ikan patin. Selain rasanya yang enak dan fleksibel untuk diolah menjadi aneka masakan, ikan ini juga banyak tersedia di pasaran dengan harga yang sangat terjangkau.

Melimpahnya hasil produksi ikan konsumsi air tawar tak terlepas dari banyaknya usaha budidaya ikan yang dilakukan masyarakat. Apalagi ikan air tawar juga termasuk hewan air yang mudah dipelihara dan diternakkan.

Budidaya ikan semacam ini bisa dilakukan di halaman rumah yang terbatas hingga di kolam budidaya yang luas. Begitupun media budidaya yang digunakan juga sangat fleksibel, termasuk dengan menggunakan kolam terpal ataupun tong.

Yuk Mengenal Ikan Nila dan Mujair

Secara selintas, ikan nila dan mujair memang sangat mirip. Namun dibalik kemiripannya itu terdapat banyak sekali perbedaan yang sebaiknya dikenali dengan baik. Apalagi perbedaan ini juga menyangkut nilai manfaat dari masing-masing ikan konsumsi tersebut, baik nilai ekonomi maupun nilai gizi dari dagingnya.

budidaia ikan di halaman rumah
Budidaya ikan di halaman rumah dengan kolam terpal

Ikan nila maupun ikan mujair memang berkerabat dekat dan masuk dalam genus Oreochromis mossambicus. Genus ini memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan jenis ikan lainnya. Diantaranya kemampuannya dalam beradaptasi terhadap lingkungan baru terbilang tinggi.

Baca juga: Keistimewaan Sotong Dibandingkan Cumi dan Resep Masakan Seafood

Begitu juga toleransinya jika terjadi perubahan kualitas air air umumnya cukup besar. Bahkan umumnya ikan yang masuk dalam genus ini mampu hidup dalam lingkungan dengan kondisi yang ekstrem. Agar lebih jelas, yuk kita simak apa perbedaan ikan nila dan mujair.

Ciri-Ciri Ikan Mujair

Nama ikan mujair mungkin lebih familiar bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, khususnya di pedesaan, ketimbang ikan nila. Saat kita masih kecil dulu mungkin sering main ke sungai di sekitar kampong dan mencari cethul, cebong, ataupun ikan mujair.

ciri-ciri ikan

Ikan mujair (Oreochromis mossambicus) dikenal orang asing sebagai Mozambique tilapia ataupun Java tilapia. Hal ini karena ikan ini banyak ditemukan di perairan Afrika. Di Indonesia sendiri ikan jenis ini baru ditemukan pertama kali tahun 1939 di sekitar muara Sungai Serang, sebuah pantai sebelah selatan Blitar, Jawa Timur. Kebetulan yang menemukan bernama Pak Mujair sehingga diberi nama ikan mujair.

Berikut ini sejumlah ciri-ciri ikan mujair yang sebaiknya anda tahu.

  • Bentuk tubuh ikan ini pipih dengan beberapa warna, seperti hitam, keabu-abuan, kekuningan, ataupun kecoklatan. Ukuran tubuhnya sedang dan maksimal bisa mencapai panjang 40 cm.
  • Di bagian punggung terdapat sirip dorsal berjumlah 15 hingga 17 duri yang tajam dan 10 hingga 13 jari-jari atau duri dengan bagian ujung lunak. Pada bagian sekitar dubur juga terdapat sirip dengan 3 duri dan 9-12 jari-jari.
  • Ikan mujair umumnya hidup di air tawar. Meskipun begitu ikan ini juga bisa hidup di air payau karena kemampuan beradaptasi terhadap kadar garam.
  • Pertumbuhan ikan mujair juga relatif cepat sehingga sangat baik untuk dibudidayakan. Ikan ini bisa berbiak mulai umur 3 bulanan. Sesudah itu mujair bisa berkembang biak tiap 1½ bulan sekali.
  • Setiap berbiak, ada puluhan butir telur yang dihasilkan yang kemudian akan dierami dalam mulut induk betina hingga menetas. Proses pengeraman ini biasanya sekitar seminggu. Setelah menetas, benih ikan masih akan menggunakan mulut induknya untuk perlindungan.
  • Perkembanganbiakan ikan mujair yang sangat cepat seharusnya menguntungkan dan bernilai ekonomis. Terlebih mujair cukup mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya. Namun kemampuan ini ternyata dianggap menimbulkan masalah di sejumlah tempat. Warga sekitar sejumlah danau di Singapura dan di California Selatan, Amerika Serikat pernah dibuat bingung dengan munculnya begitu banyak ikan mujair di perairan mereka.

Ciri-Ciri Ikan Nila

Ikan nila (Oreochromis niloticus) juga popular dengan Nile Tilapia dalam bahasa Inggris. Meskipun sama dengan ikan mujair yang banyak terdapat di perairan Afrika, namun ikan nila diintroduksi dari ikan yang banyak terdapat di perairan Afrika bagian timur. Nah, baru pada tahun 1969 ikan ini mulai banyak dibudidayakan di Indonesia.

perbedaan ikan nila dan mujair

Ikan nila juga merupakan ikan konsumsi air tawar yang sudah dikenal masyarakat. Dan berikut ini ciri-ciri ikan nila.

  • Ikan nila juga memiliki tubuh berukuran sedang dan panjangnya bisa mencapai hingga 30 cm.
  • Ikan nila memiliki sirip punggung sebanyak 16 hingga 17 duri yang tajam dan 11 sampai 15 jari-jari duri lunak. Dibagian dubur juga terdapat sirip dengan jumlah 3 duri dan 8 hingga 11 jari-jari.
  • Tubuh ikan nila kebanyakan berwarna kehitaman atau keabuan. Tubuh nila biasanua terlihat corak pita gelap yang melintang. Namun corak ini akan mengabur setelah menginjak dewasa.
  • Bagian ekor ikan nila ada corak berbentuk garis-garis tegak dengan jumlah sekitar 7 hingga 12 buah. Ikan ini memiliki garis linea literalis di bagian truncus yang berfungsi untuk keseimbangan saat berenang.
  • Ikan nila termasuk jenis pemakan segala (omnivora), dari plankton hingga tumbuhan air sehingga bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan gulma air.
  • Ikan nila juga mudah berbiak sehingga sangat baik untuk dibudidayakan. Kemampuan berkembang biak ikan nila tak jauh berbeda dengan ikan mujair. Apalagi ikan nila juga memiliki kemampuan beradaptasi yang baik.

Perbedaan Ikan Nila dan Mujair yang Paling Nyata

Sebagai ikan konsumsi yang sangat popular, ikan nila dan mujair memang terbilang favorit bagi kebanyakan masyarakat kita. Selain nila dan mujair juga ada ikan gurame ataupun ikan mas yang juga sering diolah menjadi aneka menu masakan.

Baca juga: Jenis Ikan Laut Dalam yang Bisa Dimakan dan Kaya Gizi

Selain rasanya yang enak, ikan air tawar juga relative murah sehingga bisa menjadi santapan murah meriah yang menyehatkan. Apalagi kandungan gizi ikan konsumsi juga sangat tinggi dan bermanfaat untuk kesehatan.

perbedaan ikan nila dan mujair

Setelah mengenal asal-usul dan cirri-ciri ikan nila maupun mujair tentunya anda sudah bisa membedakan kedua jenis ikan konsumsi ini. Sebagai kesimpulan, berikut ini perbedaan ikan nila dan mujair yang paling nyata dan mudah dikenali:

  • Perbedaannya fisik yang sangat terlihat sirip ekor dan punggungnya. Ikan nila terdapat corak garis hitam tegak lurus pada sirip ekor dan punggungnya sedangkan pada ikan mujair tidak ada.
  • Bentuk postur fisik tubuh ikan nila jauh lebih gemuk, gempal dan padat berisi dibandingkan ikan mujair.
  • Saat diolah menjadi masakan, banyak orang yang lebih menyukai cita rasa ikan nila ketimbang ikan mujair karena lebih enak ikan nila.
  • Dari sisi harga, ikan nilai umumnya memiliki harga jual di pasaran yang lebih mahal ketimbang mujair. Karena lebih bernilai tentunya budidaya ikan akan lebih menguntungkan jika memilih ikan nila ketimbang ikan mujair.

Itulah ulasan tentang berbagai perbedaan ikan nila dan mujair yang semoga bisa menambah wawasan dan memberikan inspirasi yang bermanfaat.

Ikaniak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

8 Inspirasi Kolam Ikan Minimalis Depan Rumah

Fri Jul 26 , 2019
Memiliki kolam ikan minimalis depan rumah merupakan harapan banyak orang. Selain sangat bermanfaat untuk menikmati keindahan ikan, suasana yang tercipta juga dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan. Kolam semacam ini sangat berguna untuk melepaskan stress setelah seharian bekerja mencari nafkah. Keberadaan sebuah kolam ikan juga merefleksikan sebuah hobi atau kesenangan terhadap […]
Kolam Ikan Depan Teras Rumah