Panduan Budidaya Ikan Nila dan Peluang Bisnisnya Yang Prospektif

Saat ini makin banyak saja usaha budidaya ikan nila yang dijalankan masyarakat. Meskipun begitu, permintaan pasar yang begitu tinggi terhadap ikan nila ternyata belum mampu dipenuhi dengan usaha budidaya yang ada. Apalagi nila termasuk jenis ikan konsumsi yang eksklusif dan paling populer.

Meskipun nila berkerabat dekat dengan jenis ikan mujair namun masyarakat lebih menyukai ikan nila. Begitu pun jika dibandingkan dengan lele, nila lebih flekjsibel untuk diolah dengan beragam jenis resep masakan. Apalagi rasanya yang lembut dan enak serta kandungan gizinya yang sangat tinggi.

Namun beternak nila ternyata gampang-gampang susah. Bahkan tak sedikit para ikan mania seperti terlihat dari sejumlah forum hobi ikan ini mengungkapkan bahwa budidaya ikan nila bisa dikatakan unik. Namun keunikan ini bukan karena tingkat kesulitan yang ada melainkan karena sifat dan karakter ikan ini yang agak berbeda dengan jenis ikan air tawar lainnya.

cara budidaya ikan nila

Dengan memperhatikan berbagai kelebihan dan keunggulan yang ada, ikan nila memang sangat layak untuk lebih ditekuni khususnya buat anda yang ingin beternak dan menjalankannya untuk usaha budidaya secara serius. Untuk anda yang tertarik untuk menjalankan usaha ternak ikan, yuk lebih mengenal jenis dan karekter jenis ikan air tawar ini.

Yuk Mengenal Sifat dan Karakter Ikan Nila

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan konsumsi air tawar yang berasal dari kawasan Afrika bagian timur. Orang Barat mengenal ikan ini dengan sebutan Nile Tilapia. Ikan ini pernah dianggap hama oleh masyarakat karena muncul di sungai atau danau dengan pertumbuhannya yang sangat cepat. Hal yang sama yang pernah dialami kerabatnya, ikan mujair. Lihat juga perbedaan ikan nila dan mujair pada postingan sebelumnya.

perbedaan ikan nila dan mujair

Ikan nila memang memiliki bentuk yang mirip dengan ikan mujair dengan warna tubuh agak keabuan atau kehitaman dengan goresan pita yang melintang di tubuhnya. Bentuknya ekornya juga diwarnai dengan garis tegak. Pada bagian ujung sirip punggung, sirip perut, sirip dada, dan sirip ekor terdapat warna kemerahan atau kekuningan khususnya yang makin jelas saat musim berkembangbiak.

Untuk budidaya atau usaha ternak, nila yang dipelihara umumnya berukuran sekitar 30 cm. Perbedaan ikan nila yang jantang dan betina biasanya belum terlihat saat kecil. Perbedaan akan terlihat setelah berat ikan mencapai 50 gram. Hal ini selain terlihat pada genitalnya, maupun ciri fisiknya. Ikan jantang umumnya memiliki warna lebih gelap dengan bentuk sekitar mulutnya agak lebar. Sedangkan untuk jenis betina perutnya yang agak besar.

perbedaan ikan nila dan mujair

Nila termasuk jenis ikan omnivora atau pemakan segala. Makanan alaminya bisa berupa plankton hingga aneka jenis tumbuhan dalam dasar sungai yang ada. Karena itulah ikan ini juga sering dimanfaatkan untuk mengendalikan gulma dan hama air. Nila juga dikenal sebagai ikan yang mudah berkembang biak dan sangat peridi. Nama nila kabarnya berasal dari nama sungai Nil saat ikan ini ditemukan pertama kali.

Tahapan Penting Cara Budidaya Ikan Nila untuk Bisnis

Perawatan maupun budidaya ikan nila sebenarnya termasuk mudah karena ikan ini relatif mampu beradaptasi dalam berbagai kondisi dan cepat berkembang biak. Begitu juga untuk kolamnya bisa dilakukan dalam berbagai media. Dari media tanah, kolam beton atau semen, kolam terpal, atau drum. Begitu pun untuk ukuran kolam juga tak membutuhkan yang besar.

Berikut ini sejumlah tahapan penting menyangkut cara budidaya ikan nila untuk bisnis yang sebaiknya diperhatikan.

1.Bibit Ikan Nila

Dalam usaha budidaya ikan nila, langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah mempersiapkan benih atau bibit ikan nila yang unggul dan berkualitas. Benih ikan ini bisa anda peroleh dengan melakukan pemijahan sendiri ataupun dengan cara membeli melalui pusat bibit ikan gurame nila lele belut patin mas koi atau tempat pemijahan yang bersertifikat.

Jika anda ingin melakkan pemijahan sendiri tentunya harus memilih induk ikan nila yang berkualitas. Induk ikan dipilih dari yang telah berumur cukup dan juga siap memijah. Dalam kolam pemijahan ini rasio ideal antara induk jantan dan betina sebaiknya adalah 1 banding 3.

benih nila

Namun jika anda kurang paham tentang cara pemijahan tak ada salahnya untuk membeli benih nila di tempat pemijahan. Namun penting sekali memilih bibit ikan Nila yang berkualitas dan unggul karena kaan snagat menentukan pertumbuhan dan kualitas ikan saat dipanen.

Lihat juga: Ikan Kancra, Ikan Dewa yang Kaya Gizi Namun Makin Tersingkir

Namun karena jenis ikan Nila jantan pertumbuhannya jauh lebih cepat dibandingkan yang betina sebaiknya dalam usaha budidaya anda lebih memilih jenis benih yang jantan. Selain sebaiknya hindari mencampurkan banyak ikan betina dengan yang jantan dalam satu kolam karena ikan Nila senang kawin sehingga akan mengganggu pertumbuhannya.

2.Persiapan Kolam Ikan Nila

Langkah selanjutnya yang harus diperhatikan adalah mempersiapkan kolam ikannya. Kolam budidaya ini sebaiknya dilakukan di dataran rendah dengan ketinggian sekitar 300-600 dpl.

Hal lain yang juga hars disiapkan dengan baik adalah kolamnya beserta air kolam pemeliharaan yang juga harus terjaga. Kualitas air kolam sangat penting sebab sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan ikan. Untuk parameter kualitas air kolam ini meliputi:

Suhu Air Kolam

Suhu air kolam bukan saja penting untuk kehidupan dan pertumbuhan ikan nila yang dipelihara namun juga ikut mempengaruhi ketersediaan pakan alami di dalam kolam. Suhu air juga ikut menentukan oksigen terlarut dalam air yang penting untuk ikan. Nah, untuk suhu air kolam ini sebaiknya dijaga pada kisaran 14 hingga 38°C yang ideal untuk pemijahan maupun pertumbuhannya.

pH Air Kolam

Untuk nilai pH air kolam ikan nila yang ideal adalah pH 7–8 yang sangat baik untuk pertumbuhan yang optimal. Namun jika kondisi ini sulit, maka nilai pH yang masih bisa ditoleransi adalah antara 5 hingga 11. Sejumlah faktor yang bisa ikut memengaruhi dan mengubah pH air antara lain suhu, aktivitas fotosintesis, maupun kandungan anion dan kation dalam air.

Sebelum kolam diisi air sebaiknya dilakukan proses pengapuran terlebih dahulu. Hal ini sangat penting untuk membersihkan dan membasmi kolam dari berbagai hama dan bakteri. Pengapuran ini dilakukan setelah kolam dibiarkan kering selama seminggu.

Untuk pengapurannya sebaiknya gunakan 25-200 gram/m2 kapur yang disebarkan secara merata pada dasar kolam. Biarkan kolam sekitar 5 hingga 7 hari agar semua hama mati. Setelah itu tebarkan pupuk organik atau pupuk alami dengan menggunakan pupuk kandang berkadar 50-700 gram/m2 yang dicampur dengan pupuk TSP berdosis 15 gram dan 10 gram/m2.

3.Penebaran Benih Ikan Nila Dalam Kolam

Untuk volume air kolam yang ideal adalah dengan kedalaman 60 – 75 cm. Sedangkan untuk jumlah ikan yang ditebar dalam kolam sebaiknya tingkat kepadatannya tidak melebihi dari 15 hingga 30 ekor ikan permeter perseginya. Hal ini aar pertumbuhan ikan bisa optimal.

budidaya ikan nila

Sedangkan ukuran bibit ikan Nila yang ditebar antara 10 hingga 20 gram per ekor. Sedangkan untuk ukuran ikan Nila siap panen saat beratnya telah mencapai 300 gram perekor. Namun sebelum benih ikan ditebar ke dalam kolam sebaiknya lakukan adaptasi untuk menekan resiko kematian benih. Adaptasi dilakukan dengan mengapungkan plastik benih beberapa saat.

4.Pakan Ikan Nila

Tahapan lain yang juga sangat penting dalam budidaya ikan nila adalah mengatur dan mengelola pemberian pakannya. Untuk pakan ikan nila cukup banyak pilihannya, seperti dedak halus 65 %, tepung ikan 25 %, dan kopra 10 %. Anda juga bisa memberikan pelet ikan dengan kadar 20 hingga 30 %.

Buat anda yang ingin membuat sendiri pakan ikannya bisa dilakukan dengan mencampurkan tepung ikan 30 gram, tepung terigu 22 gram, dedak halus 26 gram, tepung benewa 2 gram, tepung jagung 8 gram, bungkil 10 gram, vitamin 1,5 gram, dan air secukupnya.

Untuk penebaran pakan bisa dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi hari dan sore hari. Sedangkan penebaran pakan sebaiknya jangan berlebihan dengan takaran sekitar 2-3 % dari berat ikan yang ada.

Demikianlah informasi tentang panduan budidaya ikan nila dan peluang bisnisnya yang prospektif yang semoga bermanfaat untuk anda.

Ikaniak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Karakteristik dan Jenis Ikan Guppy yang Tercantik dan Termahal

Tue Oct 8 , 2019
Ternyata ada banyak jenis ikan guppy yang termasuk sangat terkenal dan mahal harganya. Bentuknya yang imut dan mungkil ternyata tak selalu berhubungan dengan harga yang murah. Apalagi jika tampilan dan warnanya sangat cantik dan unik, harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Ikan guppy (Poecilia reticulata) juga populer dengan sebutan gupi, […]
ikan guppy